Jumat, 12 Juli 2013

Lomba ACE HARDWARE

When Traveling Gone Wrong

Perjuangan Menuju Kebun Strawberry


Ketika liburan semester di tahun 2012 yang lalu, saya bersama dengan sahabat – sahabat saya pergi berlibur ke kebun strawberry di daerah Purbalingga. Kami berangkat pagi hari karena perjalanan cukup jauh, lebih dari satu jam. Saya mengendarai sepeda motor  di depan sedangkan saudara saya membonceng saya di belakang. Ketika perjalanan menuju kebun strawberry saya sengaja berada di depan karena memang medan dan kondisi jalannya cukup sulit. Sebelumnya kami sempat akan tersesat karena di antara kami hanya satu orang yang pernah pergi ke kebun strawberry dan itupun  teman saya tidak begitu hafal jalannya. Akhirnya kamipun sering bertanya kepada penduduk setempat dimana arah menuju kebun strawberry.
            Di perjalanan saya mulai merasa lelah sebab sudah lebih dari satu jam perjalanan tapi belum sampai juga di perkebunan. Kondisi jalan yang sempit, menanjak, berkelok, tak sedikit yang berlubang menjadikan saya harus konsentrasi penuh dalam berkendara. Apalagi saya diboncengi oleh saudara saya sehingga beban perjalanan bertambah. Namun ketika mendekati daerah perkebuanan suasananya cukup menyegarkan mata. Di sebelah kiri jalan terlihat banyak hamparan sawah, ladang, dan kebun. Sedangkan di sebelah kiri jalan sudah jelas terlihat dari jauh betapa indahnya puncak Gunung Slamet. Udara pun mulai terasa lebih sejuk. Untungnya saya tidak lupa memakai jaket tebal dan sarung tangan dari awal perjalanan. 
            Saya pun berusaha terus mengendalikan gas, rem, dan gigi agar sepeda motor yang saya naiki tetap dapat melaju dan menanjak sepanjang jalan. Lama kelamaan jalan semakin ekstrim karena berbelok dan menanjak sekaligus. Tiba-tiba motor saya berbunyi “riiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggg” sepanjang jalan. Saya awalnya menduga bahwa ada benda kecil seperti plastik yang menyumbat bagian antara roda dan penutupnya. Saudara saya yang membonceng saya juga mendengar suara itu. Akhirnya kami berhenti sejenak dan memastikan apakah dugaan kami benar. Teman kami yang lain pun ikut berhenti menunggu kami. Karena tidak dapat menemukan apapun akhirnya kami melanjutkan perjalanan lagi. Namun suara itu muncull lagi dari bagian bawah motor saya. Saya dan saudara saya mulai khawatir jika terjadi sesuatu pada motor itu. Sepeda motor itu sebenarnya sepeda motor yang biasa dipakai bapak saya untuk kerja. Saya memakai sepeda motor itu karena sepeda motor yang biasa saya pakai ditinggal di Jogja untuk transportasi saya selama kuliah. Suara aneh itu terus muncul selama perjalanan, bahkan teman saya yang menyalip saya pun bisa mendengar suara itu. Untungnya suara itu lama kelamaan hilang dengan sendirinya. Entahlah, saya juga masih tidak mengerti apa yang terjadi pada motor itu.

            Setelah masalah suara selesai kami menemui masalah lagi di jalan. Motor yang saya kendarai tidak bisa menanjak walaupun saya sudah menggunakan gigi 1. Akhirnya terpaksa saudara saya harus turun untuk berjalankaki. Sedangkan saya mengendarai motor sendiri untuk sementara dan menunggu di atas. Sayangnya kejadian ini terulang lagi 2 kali. Saya merasa kasihan pada saudara saya. Untungnya kondisi jalan selanjutnya tidak seekstrim seperti awal. Akhirnya kami sampai juga di daerah kebun strawberry. Ternyata banyak usaha agrowisata strawberry yang didirikan oleh masyarakat Purbalingga ini. Pengunjung dapat memilih kebun yang ingin mereka kunjungi. Kami pun dapat berkeliling kebun sambil memetik dan memakan buah strawberry. Namun sayangnya pengunjung tidak diperbolehkan membawa pulang strawberry dari kebun untuk oleh-oleh. Buah strawberry yang akan dibawa pulang untuk oleh-oleh harus kita beli di depan (bagian resepsionis). Meskipun begitu saya merasa puas berlibur ke kebun strawberry di Purbalingga. Pelajaran bagi saya, lain kali saya harus mengecek kondisi kendaraan ketika akan bepergian jauh dengan medan yang cukup sulit agar kejadian ini tak terulang lagi J.




0 komentar:

Posting Komentar