Minggu, 15 Maret 2015

Cara membuat Grafik Batang dengan Standar Deviasi (Error Bars)


Hallo bro, sist, sekarang aku mau sedikit berbagi ttg bagaimana cara membuat grafik yang disertai batas tanda standar deviasi atau yang biasa disebut error bars. Aku buat tulisan ini berhubung beberapa waktu lalu aku baru saja butuh banget untuk membuat grafik macam ini. Nah tapi karena cari informasinya di web agak susah dan nemunya di you tube, jadi aku share aja ya hasil percobaan yang tutorialnya aku dapat dari you tube. Ini dia step-step nya

1. Buat tabel horizontal berupa kolom-kolom, yang terdiri dari,nama-nama jenis sampel. Kemudian isikan secara vertikal ke bawah, data hasil replikasi.
2. Pada baris terakhir masukkan formula =AVERAGE (blok rows masing-masing kolom) untuk menghitung nilai mean nya. Mean ini akan digunakan sebagai nilai pada grafik batang.
3. Pada baris selanjutnya masukkan formula =STDEV(blok rows masing-masing kolom) untuk menghitung standar deviasi dari masing-masing kelompok sampel. Nilai standar deviasi ini digunakan untuk menggambarkan batas pada error bars nantinya.
4. Kurang lebih bentuk tabelnya seperti ini

5. Selanjutnya blok baris yang terdapat kolom jenis sampel dan baris mean dari semua sampel. Kemudian klik Insert------Bar---maka akan muncul grafik batang seperti berikut.


6. Untuk mengganti style dan warna grafik , pilih menu design--klik plihan contoh desain grafik




7. Selanjutnya hapus tulisan series yang ada pada grafik batang



8. Setelah terhapus, klik kotak grafik batang, lalu pilih menu Layout----Error Bars--more error bars options untuk melakukan pengaturan batas error bars




9. Maka akan muncul kotak dialog berikut. Pilih Display-direction- Both, End style -Cap untuk menampakkan batas plus minus dan disertai dengan garis horizontal pada bagian batas atas dan bawah. Selanjutnya pilih Error Amount ----Customs untuk menentukkan batas nilai error bars menggunakan nilai SD yang telah dihitung sebelumnya. Klik specific value.


10. Maka akan muncul box pengisian "custom error bars".
Pada positif fan negatif error values isikan row yang berisi nilai-nilai SD dengan cara diblok, seperti yang ditunjukkan gambar. 




11. Klik Ok setelah rows yang berisi Standar deviasi dimasukkan. 

12. Kemudian Pilih ketebalan garis yang diinginkan pada menu Line Style, yang berada pada kotak dialog tersebut. Misalnya ketebalan garis dipilih 1,25 pt



13. Tampilan grafik batang akan menjadi seperti berikut. Garis hitam menunjukkan batas mean plus minus nilai standar deviasi.



14. Untuk menambahkan nilai pada grafik , pilih menu Layout---Data Labels---pilih letak nilai pada label---misalnya Inside End,, maka akan nampak nilai pada masing-masing bar seperti berikut


15. Dengan menggunakan tampilan grafik seperi ini, maka isi dari tabel telah terwakili dan dapat dilihat standar deviasi dari masing-masing kelompok sampel / perlakuan

16. Demikian tutorialnya, bagaimana ?Mudah kan ? Silakan mencoba , semoga bermanfaat ^^
Lokasi: Yogyakarta City, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta, Indonesia

13 komentar:

  1. terimakasih ^_^

    BalasHapus
  2. Makasih lho...Membantu banget...

    BalasHapus
  3. terimakasih atas pencerahannya, semoga menjadi ilmu dan amalan yg baik...amin, mohon maaf ijin share

    BalasHapus
  4. Sangat membantu, terimakasiih

    BalasHapus
  5. Terimakasih,, akhirnya ketemu juga 👍

    BalasHapus
  6. Terimakasih banyak,saya sanga terbantu

    BalasHapus
  7. boleh nanya kah? Fungsi dari garis std tersebut apa kak? Kenapa dalam penelitian banyak yang menyarankan untuk mencantumkan garis std dalam penyajian data? Tapi beberapa orang juga tidak menyarankan, saya bingung kak. Mungkin bisa dibantu untuk jawab pertanyaan saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. setau saya garis tsb menunjukan nilai standar deviasinya. Dengan melihat standar deviasi maka bisa dilihat sebaran datanya. Semakin kecil nilai standar deviasi , maka penyimpangannya semakin kecil, dan data tersebut nilainya makin mendekati nilai rata2 sampel. CMIIW

      Hapus
  8. setau saya garis tsb menunjukan nilai standar deviasinya. Dengan melihat standar deviasi maka bisa dilihat sebaran datanya. Semakin kecil nilai standar deviasi , maka penyimpangannya semakin kecil, dan data tersebut nilainya makin mendekati nilai rata2 sampel. CMIIW

    BalasHapus