Tampilkan postingan dengan label review buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2021

Review Buku : Recehan Bahasa (Karya Ivan Lanin)


Setiap hari kita ngga pernah terlepas dari yang namanya "bahasa" baik lewat tulisan atau percakapan. Apalagi di era sekarang yang disebut era 4.0 ini, makin banyak istilah baru yang sering bermunculan dalam percakapan sehari-hari. Coba deh kalau kita lihat di media sosial ataupun obrolan sehari-hari pasti banyak banget mulai bermunculan istilah asing yang tanpa disadari kita juga terkadang ikut memakainya.

Melalui buku "Recehan Bahasa", mas Ivan Lanin menjelaskan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Oiya jangan salah ya, meskipun mengupas tentang bahasa, tetapi isi bukunya sangat menarik dan illustratif karena nggak hanya berisi tulisan aja. Jadi nggak membuat pembaca menjadi bosan dan pastinya ingin terus membaca lembar demi lembarnya.
 
Hmm penasaran kan gimana isinya ? Yuk cuslah langsung baca dan jelajahi setiap lembar bukunya. Selamat membaca ya !

Minggu, 16 Agustus 2020

Review Buku Ikigai, Apa yang Membuat Hidupmu Bermakna ?

Review Buku Ikigai


Hai gaes kembali lagi pekan ini di sesi review buku.

Kali ini kuceritakan sebuah buku menarik tentang self improvement berjudul "Ikigai". Hmm apa itu Ikigai ?

Setelah membaca buku ini, aku sendiri masih belum bisa menemukan definisi secara khusus dari ikigai. Tapi bisa dibilang bahwa ikigai adalah suatu cara pandang bagaimana kita menjalani hidup supaya lebih enjoy dan bermakna.

Penulis buku ini terinspirasi dari kehidupan warga Okinawa, Jepang yang merupakan salah satu wilayah dimana banyak penduduk berusia mencapai 100 tahun. Hmm kok bisa ya ? Beberapa cerita dari warga Okinawa  yang berusia mencapai 100 tahun juga dibahas dalam buku ini. Bahkan mereka masih sehat melakukan aktivitas fisik dan diceritakan sangat jarang warga yang berusia 100 tahun hanya duduk-duduk sambil baca koran di rumah hehe. Mereka masih sehat untuk melakukan aktivitas fisik. Wow..😮

Buku ini dapat menjadi sebuah perenungan apa tujuan hidup yang kita cari selama ini dan apa yang membuat kita bisa menjalani serta memaknai hidup yang telah dianugerahkan kepada kita.

Misi kita adalah menemukan ikigai dari diri kita masing-masing. Ketika kita merasa sangat menyukai sesuatu dan ketika kita mengerjakannnya sampai-sampai seperti lupa waktu, bisa jadi itulah ikigai. The moment your life has this purpose, you will achieve a happy state of flow in all you do, like the calligrapher at his canvas or the chef who, after half a century, still prepares sushi for his patrons with love (Ikigai, halaman 119).

Ten Rules of Ikigai
Dalam buku ini disebutkan ada "ten rules of ikigai". Hmm kira-kira apa saja ya ? Oke ini dia 6 dari  10 rules of ikigai :
1. Stay active, don't retire
Isilah hari - hari dengan hal yang bermanfaat dan tetap produktif. Jika usia telah mencapai masa pensiun, usahakan tetap melakukan aktivitas yang bermanfaat, misalnya dengan menjalani hobi yang produktif.
2. Don't fill your stomach
Jangan makan terlalu kenyang. Pesan ini sangat relevan dengan apa yang Rasulullah ajarkan agar makan secukupnya dan tidak berlebihan. Makan terlalu banyak juga tidak baik untuk pencernaan kita.
3. Smile
Keep smile bagaimanapun kondisinya. Tatkala menghadapi masalah kita harus punya "resilience" untuk  bangkit kembali.
4. Give thanks
Selalu mengucapkan terimakasih dan bersyukur. Berterimakasih kepada siapa saja di sekeliling kita, teman, keluarga, dan tentunya selalu bersyukur kepada Tuhan atas nikmat hidup yang diberikan.
5. Live in the moment
Gunakan masa sekarang dengan sebaik -baiknya, karena masa sekarang lah yang ada di depan mata. Buang bayangan masa lalu yang buruk dan jangan terlalu khawatir akan masa depan. Meskipun demikian, masa depan harus selalu dipersiapkan.
6. Follow your ikigai
Ikuti passion yang ada dalam dirimu. Sesuatu yang membuat harimu menyenangkan dan bermakna hingga akhir hidupmu. 

Lalu kira-kira 4 rules yang lainnya apa ya ? Yuk temukan di buku ikigai ini ! Saatnya mencari ikigai mu ! 😀

Oh iya buat yang punya rekomendasi buku self improvement lain, boleh kasih saran di kolom komentar ya..🙂

Minggu, 02 Agustus 2020

Review Buku "Laut Bercerita"

Laut bercerita...


Awal pertama aku melihat buku ini berderet rapi di sebuah toko buku ternama di Jakarta. Setelah membaca judulnya, aku tebak buku ini bercerita tentang kisah fiksi yang membawa pesan untuk cinta lingkungan dan cinta laut sebagai sumber kehidupan.

Eits.. tapi ternyata tebakanku keliru. 😅

Sampai suatu ketika aku temukan buku ini di katalog aplikasi ipusnas. Aku terkejut karena ternyata peminat buku ini sangat banyak bahkan sampai mengantri dalam waktu yang lama. Komentar pembaca maupun calon pembaca juga menunjukkan antusiasme terhadap cerita dalam buku ini. Akhirnya karena penasaran aku klik tombol antrian untuk ikut membaca buku ini. Entah kapan akan bisa membacanya karena setiap aku melihat notifikasi bahwa buku sudah tersedia ternyata aku kalah cepat dengan pembaca lain yang mengantri hihi.

Setelah berminggu-minggu lamanya akhirnya aku buka lagi aplikasi ipusnas dan menemukan notifikasi bahwa buku Laut Bercerita sudah tersedia dan bisa dipinjam. Wah senangnya bukan main ! Langsung aku klik tombol hijau bertuliskan "pinjam" dan seketika mata ini langsung berselancar ke halaman demi halaman buku ini.

Dan Laut pun bercerita...

Buku cerita fiksi yang terinspirasi dari tragedi penculikan aktivis di era 1998 ini ternyata menjadi magnet tersendiri untuk terus membaca halaman demi halaman hingga selesai. Kisah dalam buku ini berawal dari Kinan, Biru Laut, dan kawan-kawan lain yang aktif dalam kegiatan pergerakan mahasiswa. Mereka adalah gambaran dari segelintir mahasiswa di era menjelang 1998 yang peduli dengan perubahan Indonesia. Diskusi tentang pemerintahan, keadilan dan kepentingan rakyat dan beberapa hal lain menjadi fokus kegiatan mereka. Hingga suatu ketika Kinan, Biru Laut dan kawan-kawannya merencanakan sebuah pergerakan di Blangguan, Jawa Timur. Apakah mereka berhasil ? Hmm..

Tragedi di Blangguan ternyata merupakan awal dari tantangan yang dihadapi Kinan, Laut, dan teman-temannya. Mereka harus lebih hati-hati karena setiap saat gerak-gerik mereka diawasi oleh intel atau aparat. Memang tidak ada yang boleh mengkritik atau melawan pemerintah pada saat itu jika ingin merasa aman.

Berbeda dengan Laut, Asmara yang merupakan adik Laut adalah orang yang berbeda pandangan dengannya. Ia lebih menyukai hal-hal yang tangible, realistis, dan saintis. Asmara, seorang calon dokter yang cantik, pekerja keras, dan tekun. Meskipun ia agak berbeda pandangan dengan kakaknya, namun ia selalu mengingatkan kakaknya untuk lebih hati-hati. Ia juga membantu agar kakaknya cepat menyelesaikan studinya. Maklum, kegiatan yang Laut dan teman-temannya ikuti memang  sangat mengorbankan waktu belajar mereka di kampus.

Hingga suatu ketika satu per satu dari para aktivis ini diculik oleh aparat. Bagaimana bisa mereka diculik, mengapa mereka diculik  dan apa saja yang mereka alami ? Bagaimana juga perasaan keluarga mereka menghadapi semua ini ?😱😭

Review buku ini sepertinya tak akan cukup untuk menggambarkan keseluruhan isi buku. Namun lesson learned yang  dapat aku ambil dari buku ini adalah :
1. Riset
Riset adalah kunci utama sebelum kita melakukan kegiatan atau membuat suatu keputusan. Penulis pasti melakukan riset yang sangat mendalam dan komprehensif untuk bisa menuliskan buku yang terinspirasi dari tragedi nyata ke dalam sebuah tulisan.
2. Agent of Change
Jika zaman dahulu agent of change memang sangat erat dengan kegiatan unjuk rasa dan demonstrasi karena memang itulah masanya. Namun di era sekarang, perubahan bisa dilakukan dan dimulai oleh siapa saja. Perubahan dimulai dari kepedulian pada sesuatu yang kecil dan ajakan kepada yang lain untuk berubah menjadi yang lebih baik.
3. Menulis
Menulis dapat menjadi sarana mengekspresikan pemikiran dan kegiatan untuk mengutarakan pendapat kita atas isu yang terjadi. Menulis juga bisa menjadi sebuah sarana untuk mengajak orang lain melakukan sebuah kebaikan. Dalam sebuah tulisan tidak boleh ada unsur paksaan kepada pembaca,  namun penulis perlu memberikan informasi kepada  pembaca supaya mereka juga dapat merenungi tujuan dan makna dari tulisan itu.

Buat teman-teman yang tertarik bagaimana kelanjutan kisah Laut dan kawan-kawannya ? Langsung meluncur ya ke buku Laut Bercerita yang bisa kamu baca online di ipusnas atau beli bukunya untuk bisa membaca secara offline.😃

Buat teman-teman yang udah baca, boleh lho sharing lesson learned apa yang kamu dapat dari buku ini ? Cus lanjut di kolom komentar ya... 

Sampai jumpa di sesi review buku selanjutnya..



Sabtu, 18 Juli 2020

Dear World, Sebuah Catatan Harian Berharga dari Gadis Cilik Suriah


Hallo gaes, balik lagi kita di sesi review buku.

Suriah. Gimana temen-temen kalo mendengar berita tentang Suriah ? Yang terbayang mungkin seperti apa yang kita lihat di media internet maupun berita internasional ya. Hmm 😌

Ngga jauh dari Suriah, ada sebuah buku berjudul "Dear World" yang sangat menyentuh hati dan perasaan, ceile. Buku ini merupakan kumpulan kisah dan catatan harian dari seorang gadis cilik bernama Bana. Setiap hari Bana, keluarga dan teman-temannya selalu dihantui suara bom dan ledakan. Bahkan untuk pergi bermain dan bersekolah pun sangat beresiko kehilangan nyawa. Hingga suatu hari dia juga kehilangan salah seorang sahabatnya yang sepertinya baru kemarin sore bermain bersama, namun keesokan harinya sudah tiada. Apalagi saat itu ibu Bana sedang mengandung janin yang kelak menjadi adik Bana. Namun demikian, Bana tak pernah menyerah. Bana memiliki kemauan kuat untuk terus belajar dan bertahan di situasi penuh konflik itu.

Buku ini banyak menceritakan kisah Bana yang penuh makna. Cerita Bana sangat mengingatkan kita bahwa usia yang kita dapatkan dari Allah harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kesabaran dan semangat juga menjadi nilai yang sangat berharga dalam menjalankan kehidupan. Keberanian berkata benar juga mampu mengubah segalanya. Ada salah satu kisah menarik yang mampu mengubah kehidupan Bana saat itu. Hmm kira-kira apa ya ?

Nah daripada penasaran, temen-temen lanjut baca bukunya ya ! Buku bisa dibaca secara gratis lho lewat aplikasi ipusnas. Untuk meminjam buku lewat aplikasi ipusnas temen-temen bisa baca sekilas penjelasannya di sini ya.. 😀

Selamat membaca dan terus menebar manfaat !

Senin, 01 Juni 2020

Berpetualang di Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken


                 (Sumber gambar : ipusnas)

Hi teman-teman !
Kembali lagi di blog aku. Kali ini aku mau share tentang sebuah buku dari Jostein Gaarder. Hmm pernah denger kan siapa beliau ? Beliau adalah seorang penulis Norwegia yang banyak merilis novel-novel inspiratif. Pernah denger kan novel yang berjudul Dunia Anna dan Dunia Shopie ? Yup itu adalah beberapa novel best seller dari Jostein Gaarder.

Namun kali ini ada karya lain dari Jostein Gaarder yang tak kalah menarik. Judulnya adalah Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Cerita ini berawal dari 2 orang saudara sepupu yaitu Berit dan Nils yang suka berkirim kabar dan bercerita satu sama lain lewat sebuah buku surat. Hmm menarik ya. Lalu apa hubungannya dengan Bibbi Bokken ? Pada novel ini diceritakan pula seorang bibliograf atau pustakawan wanita paruh baya yang misterius. Namanya adalah Bibbi Bokken. Hari-hari yang dialami Nils dan Berit semakin misterius dan banyak hal-hal kebetulan yang terjadi, terutama yang berhubungan dengan Bibbi Bokken. Nah penasaran kan gimana cerita petualangan Nils dan Berit ini ? Langsung aja ya baca bukunya. Seperti biasa, aku baca novel ini dalam bentuk digital ya. Teman-teman bisa meminjamnya lewat aplikasi ipusnas yang pernah aku share di tulisan sebelumnya. Sekian dan selamat membaca ! Sampai jumpa di review buku selanjutnya 😀

Sabtu, 11 April 2020

Mau Baca Buku Sambil Rebahan ? Baca Ebook di Ipusnas : Reclaim Your Heart (Book of This Month)

                Sumber gambar : ipusnas

Apa kabar teman-temanku ? Rasanya sudah lama ya kita tidak saling menyapa lewat suara dan tawa. Meskipun hanya bersapa lewat layar, semoga teman-teman sehat semua ya. 

Awal tahun 2020 ini memang benar-benar menguji semua orang di berbagai belahan dunia. Virus yang tak kasat mata masih menjadi musuh kita selama hampir 1 bulan ini. Akhirnya kita dituntut untuk melakukan perubahan di semua aspek kehidupan. Belajar dari rumah, kerja dari rumah, beribadah dari rumah.

Nah buat para kaum rebahan saat-saat seperti ini jangan sampai terlena ya. Meskipun kondisi membatasi kita untuk tidak keluar rumah, tapi jangan sampai kita dikalahkan rasa malas. Banyak kegiatan bermanfaat yang masih bisa kita kerjakan salah satunya yaitu membaca.

Nah di kondisi saat ini, aku berterimakasih banget sama tim Perpustakaan Nasional RI. Sekarang kita bisa lho baca ebook dari aplikasi ipusnas. Eits, tapi ini bukan ebook ilegal yang abal-abal ya. Tim perpusnas punya izin untuk membagikan ebook ini melalui aplikasi ipusnas. Buat teman-teman yang belum coba, yuks download dulu aplikasinya di playstore bisa lewat ini ya : ipusnas . Gratis lho ! Jadi ngga ada alasan sekarang untuk malas baca buku ya. Oiya buku yang bisa dipinjam juga beragam, mulai dari novel, non fiksi, motivasi, inspirasi, dan masih banyak lainyya.

Buku yang aku pinjam kali ini berjudul "Reclaim Your Heart" karya Yasmin Mogahed. Buku ini berisikan banyak cerita dan tulisan agar kita selalu melakukan introspeksi diri dalam sehari-hari. Mungkin kita sering mengalami atau merasa kehilangan sesuatu, tidak ikhlas, atau merasa banyak impian dan keinginan yang tidak tercapai atau tidak terkabul ? Atau kadang sering kita merasa setiap hari kita disibukkan oleh aktivitas duniawi yang tak ada habisnya ? Nah teman-teman banyak menemukan jawabannya di buku ini. 

Salah satu poin dalam buku ini yang perlu digaris-bawahi adalah janganlah kita menyimpan karunia di hati, tapi simpanlah di tangan. Karena ketika karunia diambil, rasa kehilangannya menimbulkan kepedihan di tangan, bukan di hati. Tapi tetap simpanlah keyakinan pada pemberi karunia di hati kita 😄.

Selamat membaca sambil berintrospeksi ! Semoga kondisi segera membaik aamiin.

Selasa, 14 Januari 2020

A Book for Opening "2020" : Self Driving


Hasil gambar untuk self driving buku 
sumber gambar : gramedia.com


Halo teman-teman, welcome to my blog !
Sekarang saatnya berbagi info menarik seputar buku ya.

Buku berjudul "Self Driving" ini bukan bercerita tentang tutorial untuk menyetir lho ya :). Buku berjudul "Self Driving" karya Pak Rhenald Kasali ini sebenarnya bukan buku baru, cuma baru sempet selesai dibaca hehe. Buku ini bukan hanya bercerita teori manajemen dan perubahan, tetapi ada banyak contoh kisah-kisah yang bisa kita ambil hikmahnya dan relevan dengan apa yang mau disampaikan oleh Pak Rhenald. Pak Rhenald banyak menjelaskan apa itu driver, passenger, perubahan, mindset, dan banyak hal positif lainnya. Menurut saya, buku ini cocok untuk dibaca siapa saja mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan, ASN, dan masyarakat umum. 

Pada salah satu bagiannya Pak Rhenald mengatakan "manusia berdisiplin yang menjadi driver adalah manusia dengan ketertarikan pada bidang tertentu". Ada beberapa cara untuk mencapai hal tersebut (nb : catatan ini saya ambil dari buku dan dibahasakan lagi dengan bahasa sendiri) :
1. Tetapkan sasaran
Tetapkan goal. Goal bisa dikaitkan dengan ketertarikan dan dikorelasikan dengan tujuan hidup. 
2. Pelajari aturan-aturannya
Masing-masing bidang pasti ada aturan mainnya tersendiri. Jika ingin menjadi seorang specialist pahami aturan main secara menyeluruh dan mendalam. Jika mengalami kegagalan, ambil sebagai sebuah pelajaran.
3. Buang perilaku buruk
Keep positive thinking !
4. Jadilah manusia bertanggungjawab
Jadilah orang yang bertanggungjawab atas segala yang diberikan dan diamanahkan kepada kita.
5. Manajemen "deadline"
Berlatih untuk menjadi disiplin dan selalu menghargai waktu.
6. Jadikan gaya hidup
Buat kebiasaan - kebiasaan baik. Jangan dibiasakan menunda-nunda pekerjaan, membuat alasan, dan bekerja tanpa prioritas !
7. Manajemen 3D : Do it, Delegate it, or Dump it ! 
Kuncinya adalah kerjakan, delegasikan kepada orang lain, atau tolak

Sebenarnya masih banyak poin penting yang disampaikan di buku ini. Kalau menurut saya, isi buku ini juga padat sekali sampai-sampai semua bagian rasanya ingin di-highlight. Buat yang belum pernah baca buku ini, sangat disarankan untuk membacanya sampai selesai ya. Buku bisa diperoleh di toko buku terdekat atau pinjam ke teman :). Selamat membaca. Be A Good Driver !

Minggu, 10 November 2019

Book of This Month : Bertumbuh

doc. pribadi

Pernah ga sih temen-temen mengalami suatu hal entah itu kegagalan, kesuksesan, keanehan, bahkan rezeki tetapi saat itu kita masih bertanya kenapa kita yang mengalami ? Mengapa terjadi pada diri kita ? Banyak kejadian yang kita alami yang tidak perlu jawabannya saat itu juga. Mungkin kita memang tidak perlu tahu alasannya mengapa terjadi. Atau bahkan kita baru akan menyadarinya di kemudian hari.
Bener juga kata Kathryn Perez : "We don’t meet people by accident. They are meant to cross out path for a reason."

Tapi jauh dari itu, ada banyak hal rahasia yang memang tidak diketahui manusia. Allah telah menetapkan masing-masing garis waktu seseorang. Masing-masing dari kita akan bertumbuh sesuai zona waktunya masing-masing. Jadi, mulai buang jauh istilah "rumput tetangga lebih hijau" ya :), meskipun kadang emang kelihatannya begitu.

Lalu jika masing-masing udah ada zona waktunya apa kita cuma duduk nungguin aja gitu ? :) Kalo anggapannya seperti ini ya perlu diperbaiki juga ya. Yang harus kita lakukan adalah mengisi zona waktu kita dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Apa yang kita punya sekarang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Bersyukur bukan berarti sekedar mengucapkan syukur dan alhamdulillah. Namun mengisi zona waktu kita dengan apa yang dititipkan kepada kita untuk menjadi manfaat bagi sesama, itulah bentuk syukur yang terbaik. 
  
Btw poin-poin di atas bukan bermaksud menggurui ya. Itu hanya sebagian kecil yang aku dapat dari buku ini bukan lain hanyalah sebagai pengingat. Karena kata orang, ga perlu menunggu menjadi orang baik atau pahlawan untuk menyebarkan kebaikan, ya kan ? 

Akhir kata, terimakasih untuk para penulis "bertumbuh", selamat membaca ! Selamat bertumbuh kawan !

- Btw posting bersamaan dengan hari pahlawan 10 November, Selamat hari pahlawan :) -

Sabtu, 26 Oktober 2019

Book of This Month : Mind Traveler

Hasil gambar untuk mind traveler goodreads 
sumber gambar : goodreads.com

October will be passed. Reading is one of activities that can refresh our mind. Everyday, our time is full enough by routinity, problems, and occurence. Thanks to Febriani Eka Putri. Your words are so simple but have a deep meaning. This is one of your best words :

"Kita ini biji yang ditebar "random" di tanah apa oleh Tuhan. Ada yang di tanah subur, tanah gersang, tanah tandus, tanah basah. Setiap biji punya fase hidup dan tumbuh yang sama. Yang sama - sama harus dialami. Namun dalam kenyataannya , ada yang mati sebelum tumbuh, ada yang mati sebelum berbuah, ada yang tumbuh sempurna hingga berbunga, bahkan hingga berbuah."

"Pada akhirnya segala aktivitas, pencapaian, pekerjaan, profesi, popularitas, harta, takhta, semuanya hanya alat. Alat untuk mencapai life purpose dan goal. Di mana life purpose dan goal pun hanya sebuah alat untuk mencapai hakikat diri asli. Hakikat manusia untuk diuji, ikhtiar dan ikhlas, berjuang dan melepaskan." 

Good Bye October, Welcome to November !

"Keep struggling to do our best, and remember what we do for life and after life".

Selasa, 03 September 2019

Book of This Month : Dale Carnegie, Petunjuk Menikmati Hidup dan Pekerjaan

Hasil gambar untuk DALE CARNEGIE PETUNJUK MENIKMATI HIDUP MENIKMATI PEKERJAAN
sumber gambar : Buka Lapak


Hello guys, kenalin , ini salah satu buku yang bagus untuk dibaca. Sebenernya ngga sengaja beli buku yang satu ini, karena kebetulan pas banget lagi ada acara festival buku a.k.a pasar buku murah, eh ketemu deh. Dari judulnya sepertinya menarik terutama buat temen-temen yang lagi suntuk dengan rutinitas sehari-hari. Kuy langsung baca isinya !

Selasa, 06 Agustus 2019

The Rent Collector (Book of This Month)

Hasil gambar untuk rent collector 


Postingan kali ini bukan tentang resensi buku ya. Tapi just info aja, salah satu novel yang recommended dibaca. Berlatar belakang Stung Meanchey yang ironi, kisah di dalamnya penuh dengan impian, harapan, perjuangan, dan perubahan. Nah, biar ga penasaran, boleh banget untuk dibaca :) Sekian :)

Senin, 14 Januari 2019

Mari Move On Berjamaah

Awal tahun banyak yang menyinggung istilah #resolusi, ya kan ?

Nah daripada pusing mikirin, mungkin buku ini bisa jadi salah satu referensi buat temen-temen yang sedang menyusun resolusi hidup !

sumber gambar : google.com


Karena sayang kalau poin penting di buku ini cuma untuk dibaca sendiri, jadi ini dia ...voila..

Bagaimana kita menjalani hidup ?
Pertanyaan ini bisa digambarkan dalam 3 ON, yaitu :
- Vision
- Passion
- Collaboration

Apa sebenarnya yang perlu menjadi fokus utama ?
Terkadang orang lebih mementingkan capaian berupa "memiliki". Lantas kalau sudah memiliki terus mau apa ? Dalam buku ini, dijelaskan bahwa, berpikirlah tidak hanya sekedar memiliki, namun "menjadi". Dengan "menjadi" , seseorang akan lebih memaknai hidup tidak hanya sekedar target namun proses untuk mencapainya sehingga dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Jadi "to have" or "to be" ?

Optimalisasi Kecerdasan
Ada 5 tipe mesin kecerdasan, yaitu :
1. Sensing
2. Thinking
3. Intuiting
4. Feeling
5. Insting
Jadi termasuk tim yang manakah kita ? Biar semakin khatam apa maksudnya, temen-temen bisa baca langsung di buku ini ya :)

Jadikan kerja ibadah
Kerja juga bagian dari ibadah ya. Nah agar menjadikan kerja bagian dari ibadah, poin penting apa yang harus dilakukan ?
1. Niat
2. Libatkan Allah dalam aktivitas
3. Terapkan motto kerja : kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas, kerja kualitas, & kerja tuntas 

Hidup itu ngga sendiri
Agar tujuan hidup tercapai, penulis menekankan poin ke 3 yaitu collaboration. Collaboration itu lebih dari  1+ 1 = 2. Kolaborasi bisa membuat 1 + 1 menjadi 100 ! Ada 2 poin penting dalam kolaborasi, yaitu :
1. Cari lingkungan yang mendukung.
 Ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari teman-teman kita yang lebih ahli di bidangnya masing-masing,
2. Lakukan timbal balik
Timbal balik disini bisa berupa menggunakan pengetahuan kita untuk membantu orang lain baik itu orang yang pernah membantu kita maupun orang yang tidak kita kenal. 

Lalu apa lagi ?
Pasti akan lebih masuk ke pikiran dan hati kalau membaca bukunya langsung ya. 
Selamat membaca :)

Inspirasi dari The Kite Runner


sumber gambar : gramedia.com

Kabul, Jalalabad, Peshawar..

Pernah denger nama itu ?
Mungkin akan lebih sering dengar dan penasaran saat temen-temen baca novel yang satu ini. 
Berlatar belakang negeri Afghanistan, Pak Khaled banyak mengangkat kisah-kisah kemanusiaan, persaudaraan, kejujuran, kesetiaan, dan keyakinan dalam novel ini. Hmm kok bisa ya ? Meskipun novel biasanya cerita fiksi, tapi latar belakang cerita ini cukup mewakili gambaran negeri Afghanistan yang pernah diberitakan di media massa. Dan, ngga heran kalau ternyata novel ini sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. 

Kata penulis : "sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang kadang bahkan dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang"

Salah satu pelajaran yang bisa digarisbawahi dari novel ini adalah tentang dosa. Seperti banyak yang sudah dijelaskan di berbagai sumber bahwa semua perbuatan baik dan buruk akan kembali kepada yang melakukan. Begitu juga dengan dosa. Bisa jadi kita melakukan dosa kemarin atau hari ini, Allah masih sayang sama kita dan masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tetapi kalau mungkin udah kelewatan, pasti akan ada teguran yang kita alami, entah itu dalam bentuk musibah, pengalaman yang kurang menyenangkan, ataupun hal lainnya. 

Tapi selalu yakin aja bahwa "selalu ada jalan menuju kebaikan" - kata penulis
Dan kalau kata Aa Gym, ingat selalu PDLT (Perbaiki Diri, Lakukan yang Terbaik).

Selamat membaca !



Rabu, 30 Maret 2016

Sang Kesatria Cahaya


Secuplik cerita tentang Kesatria Cahaya dari Paulo Coelho

                Kesatria cahaya kadang-kadang berperilaku seperti air, mengalir memutari penghalang-penghalang yang dijumpainya.
                Kadang kala, menentang bisa mendatangkan kehancuran, karena itu dia menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Dia menerima tanpa berkeluh kesah bahwa batu-batu di sepanjang jalan yang dilaluinya mempersulit langkah-langkahnya melintasi gunung-gunung.
                Di situ letak kekuatan air; dia tidak dapat diremukkan palu atau dilukasi pisau. Bahkan pedang paling ampuh sedunia pun tak akan bisa menggoresi permukaannya.
                Aliran air sungai menyesuaikan dirinya dengan alur apa pun yang tampak mungkin, tetapi sang sungai tak pernah melupakan tujuannya, yakni laut. Meski sangat rapuh dari sumber mata airnya, perlahan tapi pasti dia mengumpulkan kekuatan demi kekuatan dari sungai-sungai lain yang dijumpainya.
                Dan, setelah melewati titik tertentu, kekuatannya pun tak terbatas.





Coelho, Paulo, 2014, Kitab Suci Kesatria Cahaya, diterjemahkan oleh Eddie Riyadi Laggut, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Potret Keberadaan Umat Islam di Seluruh Dunia [Sebuah Resensi]

sumber gambar : wisataturki.blogspot.co.id

                Penyebaran Agama Islam tak lepas dari perjalanan dan sejarah bangsa – bangsa Timur Tengah.  Di beberapa negara, Islam menjadi agama mayoritas seperti di Indonesia, Arab Saudi, Mesir, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Namun masih banyak juga negara dimana umat Islam menjadi minoritas di sana. Sebut saja di Eropa dan Amerika. Di negara-negara yang menganut sistem pemerintahan sekuler, agama tidak boleh diperlihatkan di ruang-ruang publik. Lantas bagaimana ya suasana dan kehidupan Umat Islam di berbagai dunia ? Ada sebuah buku menarik menceritakan tentang perkembangan umat Islam di beberapa negara serta tradisi-tradisi umat Islam yang mungkin sedikit berbeda dengan tradisi Umat Islam di negara lainnya.
                Dalam buku ini dikisahkan bagaimana Islam berkembang di beberapa negara. Hal yang menarik bagi saya adalah ternyata penyebarluasan Islam di beberapa negara tak lepas pula dari peran ulama-ulama yang ada di Indonesia. Di Afrika Selatan, misalnya, banyak ulama dari Ternate melakukan pelayaran dan menyebarkan agama ke Afrika Selatan. Kedatangan mereka ini juga membuat adanya akulturasi budaya Islam yang ada di Cape Town, sehingga ada beberapa istilah dan budaya Islam di Afrika Selatan yang mirip dengan budaya Islam di Indonesia. Kira-kira apa ya ?
                Berbeda lagi dengan China. Penyebaran Islam di China sangat erat kaitannya dengan peran pedagang dari Arab, Gujarat, dan India. Mereka melakukan transaksi perdagangan dan tak jarang beberapa dari orang Arab datang ke negeri China untuk menimba sebuah ilmu. Akan tetapi uniknya, corak keislaman yang sekarang ada di China tidak terlalu sama persis dengan corak kebudayaan Arab. Lihat saja, masjid –masjid di China pun memiliki bentuk bangunan yang khas seperti kuil –kuil di China dengan corak dan warna yang mirip. Hm bagaimana sejarahnya ya ?
                Lantas bagaimana dengan Eropa ? Amerika ?

 Kata sebuah pepatah –

Mungkin kita hanya sedikit menemukan orang Islam namun kita akan banyak menemukan Islam di sana”-


Referensi :

Kholik, Abdul, dkk., 2012, Warna-Warni Islam Potret Keberagaman Umat Islam di Seluruh Dunia, Qudsi Media, Yogyakarta.

Minggu, 27 Maret 2016

Ibnu Sina, Muslim Physician and Philosopher




Selamat pagi Sob ! Cerita kali ini mungkin agak sedikit berbau sejarah, Islam, dan medis.Tulisan ini bersumber dari sebuah buku berjudul “Avicenna” karya Aisha Kan. Hmmm penasaran kan ? Langsung kita simak aja yuk !

Avicenna. Sebuah nama tokoh yang sudah tidak asing lagi di dunia kedokteran. Beliau adalah Ibnu Sina. Ibnu Sina lahir di sebuah desa bernama Afshana, dekat Bukhara pada tahun 980 M. Ibnu Sina merupakan anak dari Sitara dan Abdullah. Abdullah adalah seorang Gubernur Kharmaithan. Ia sangat memperhatikan pendidikan dan masa depan putranya. Oleh karena itu, lima tahun kemudian, Abdullah memindahkan keluarganya ke Bukhara yang pada saat itu merupakan ibukota pemerintahan Dinasti Samaniyah dengan harapan putranya kelak mendapat masa depan yang lebih baik.
Dalam buku “Avicenna” karya Aisha Kan, diceritakan secara singkat bagaimana Ibnu Sina bisa menjadi seorang dokter dan filsuf yang sangat mahir di bidangnya. Beliau sejak kecil mempelajari berbagai macam hal mulai dari menghafal Al Qur’an, ilmu sains, ilmu kedokteran, filsuf, hingga sastra. Keberhasilan Ibnu Sina tidak lepas dari dukungan ayah beliau. Ayah Abdullah banyak mendatangkan para ahli untuk dapat memberikan ilmunya dan berdiskusi dengan Ibnu Sina. Ibnu Sina juga banyak belajar dari teori – teori yang sudah ada seperti Aristoteles, Plato, Rene Descartes, dan sebagainya. Namun teori – teori ini tidak hanya ditelan mentah-mentah oleh beliau. Beliau adalah orang yang kritis.
Pada zaman tersebut, kedokteran muslim masih dipengaruhi tradisi Yunani. Ibnu Sina juga banyak mempelajari  karya – karya Hippocrates dan Galenus, dokter pribadi kaisar Romawi Marcus Aurelius. Atas kegigihannya, pada usia yang masih sangat muda, 15 tahun , Ibnu Sina sudah berpraktek menjadi dokter ! Beliau kerap mendapat panggilan untuk mengobati orang sakit. Pada akhirnya beliau menjadi dokter istana yang sering melayani Sultan Nuh Bin Manshur. Nama “Ibnu Sina” semakin dikenal sebagai dokter yang handal.
Ilmu yang kita berikan kepada orang lain tidaklah menjadikan ilmu kita semaikn berkurang. Begitu juga yang telah dilakukan Ibnu Sina. Selain berpraktik, beliau juga menulis sebuah karya yang sangat bermanfaat di dunia kedokteran, yaitu Kitab Al-Qanun atau Kanun Kedokteran atau biasa disebut juga dengan The Canon of Medicine. Buku ini telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, bahkan banyak digunakan sebagai referensi di dunia kedokteran Eropa. Dalam karyanya, beliau menuliskan salah satunya terdapat lebih dari 700 nama tanaman obat yang telah digunakan berabad-abad sebagai sumber pengobatan Wow. Selain itu, Ibnu Sina juga mengajukan tujuh aturan untuk menguji obat yang ternyata aturan tersebut sangat dekat sekali dengan aturan pengujian obat modern !
Ibnu Sina menjadi salah satu ilmuwan muslim yang sangat menginspirasi dunia. Tentunya keberhasilan beliau tidak didapatkan secara instan. Lika-liku perjuangan juga pernah beliau alami. Namun seorang Ibnu Sina terus BERGERAK, BERGERAK, DAN BERGERAK.



Referensi :
Khan, Aisha, 2013, Avicenna (Ibn Sina) : Muslim Physician and Philosopher of The Eleventh Century, diterjemahkan oleh D.Anshar, Penerbit Muara, Jakarta.

Jumat, 27 November 2015

The Alchemist (Sang Alkemis)


sumber gambar : adainfo.net

Bon soir !!

Buku memang selalu memberi penyegaran bagi siapa saja yang membacanya.
Namun kali ini aku tidak akan meresensi buku yang berilustrasikan piramida Mesir itu. Oiya sebelumnya terima kasih untuk sahabatku, Karima yang sudah berbaik hati meminjamkan buku ini kepadaku :). Novel motivasi ini akan memberi perspektifmu lebih luas tentang penggembaraan yang sesungguhnya di dunia ini.

"Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. 
Kalau dia melepaskan impian-impiannya itu karena cintanya bukan cinta sejati...
bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia"

---Paulo Coelho dalam "Sang Alkemis"---


~~~Selamat memahami Bahasa Dunia dan menyatu dengan Jiwa Dunia~~~

Sabtu, 21 November 2015

Mahasiswa Mahasiswa Penghafal Quran (Resensi Buku)


(Sumber gambar : www.goodreads.com)

Judul : Mahasiswa Mahasiswa Penghafal Qur'an
Penulis : Tim Penulis IQF (Indonesia Qur'an Foundation)
Penerbit : Lembah Kapuk Publishing
Tebal : 212 halaman
Cetakan I , Juli 2015

Hafidz dan hafidzah. Pasti teman-teman pernah mendengar istilah ini. Ya, mereka adalah para manusia-manusia penghafal Qur'an. Penghafal Qur'an tidak melulu hanya para santri yang ada di pondok pesantren. Dakwah motivasi untuk menghafal Qur'an sudah banyak disiarkan dengan berbagai metode seperti ODOA (One Day One Ayat) contohnya. Para penghafal Qur'an pun tidak memandang background profesi. Baik pengusaha, pegawai, ataupun orang biasa semua bisa dan boleh menghafal Al Qur'an. Asalkan tekad dan niat memang tulus. Banyak yang menjadi pertanyaan termasuk saya sendiri, bagaimana ya sebenarnya kisah di balik para penghafal Al Qur'an ?

Ada sebuah buku yang baru saya baca beberapa waktu lalu. Buku ini berjudul "Mahasiswa-Mahasiswa Penghafal Qur'an". Buku ini adalah kumpulan kisah beberapa mahasiswa yang tergabung dalam program menghafal Al Qur'an di IQF (Indonesia Qur'an Foundation). Mungkin sebagian besar dari kita berpikiran bahwa mahasiswa adalah sekelompok siswa yang super sibuk dengan berbagai kegiatan di kampus. Namun, melalui buku ini banyak dakwah dan kisah motivasi yang disampaikan. Banyak diantara penulis kisah tersebut yang sebenarnya juga punya segudang kesibukan selain menghafal Al Qur'an. Ada juga yang memang bukan berasal dari background pesantren / sekolah agama. Ya karena penghafal Qur'an bukan hanya para santri di pesantren. Setiap dari mereka pun punya titik balik kehidupan yang dapat mengubah pandangan mereka dan memilih salah satu tujuan mereka yakni sebagai penghafal Qur'an. Ketika menghafal Al Qur'an sudah menjadi pilihan hidup mereka,maka tak ada alasan lain yang akan dijadikan kambing hitam (Abdul Aziz, 2010). Semua orang memiliki porsi waktu yang sama. Seperti kebanyakan saran dari para motivator, usaha yang paling bisa dilakukan adalah dengan mengurangi waktu tidur. Menghafal Al Qur'an juga perlu menerapkan hal demikian. Kemudian yang paling penting adalah Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus. Qur'an dulu,Qur'an lagi,Qur'an terus

Dalam buku ini juga dijelaskan salah satu tips menghafal Al Qur'an. Salah satunya yaitu dengan menerapkan Qur'an time misalnya saat setelah Shubuh sampai Dhuha ataupun di antara waktu maghrib dan waktu isya. Kemudian untuk menjaga hafalan maka muroja'ah dapat dilakukan ketika membaca surat-surat pilihan saat sholat wajib. Metode menghafal juga harus disesuaikan dengan tipe cara belajar misalnya dengan visual, mendengarkan, menulis, dan sebagainya.  Secara keseluruhan buku ini sangat baik dibaca bagi siapa saja, profesi apa saja, termasuk yang masih mahasiswa (sesuai dengan judul buku ini).



"Menghafal Qur'an tidak sekedar meluangkan waktu"
"Luangkan hati kita terlebih dahulu"

#Quotes from this book

Sabtu, 17 Oktober 2015

Happiness Inside (Resensi)



Hallo

Baru aja satu buku "best seller" berhasil aku rampungkan. Buku berjudul "Happiness Inside" ini menurutku isinya padet banget dan mengena. Buku ini ditulis oleh Gobind Vashdev. Selain menulis buku ini ternyata kak Gobind ini juga banyak menerbitkan buku lain yang berkaitan dengan hidup lho...wow..

Banyak sudut pandang penulis yang menyadarkan pikiranku. Buku ini dikemas dalam 3 bagian , mulai dari mencari kebahagiaan sampai menemukan kebahagiaan. Tapi kalo mau ngacak bacanya juga boleh kok, ga masalah :D. Banyak contoh kisah dan analogi-analogi yang penulis sampaikan melalui buku ini. Penulis juga membangun kesadaranku tentang tingkah laku kita sebagai manusia. Banyak hal-hal yang ngga penting tapi selalu diperhatikan tapi ada juga hal-hal yang penting justru di remehkan. Hmm...Penulis mengajak pembaca untuk lebih menikmati hidup, memahaminya, dan melaksanakan hidup yang berkualitas. Tentunya teman-teman semua pasti punya pilihan hidup masing-masing kan ? Dan pilihan itu akan terasa berat atau ringan tergantung bagaimana kita menjalaninya. Aku jadi teringat salah satu istilah dalam buku ini yaitu "heartworker". Kira-kira apa ya ? 

Baca bukunya ngga nyesel kok :D



Jumat, 16 Oktober 2015

Sociopreneur (Social Entrepreneur), Agen Perubahan


sumber gambar : log.viva.co.id

Sociopreneur atau yang dikenal sebagai social entrepreneur semakin booming dalam beberapa tahun terakhir ini. Sebenarnya apa yang dimaksud sociopreneur ?


Sociopreneur menghubungkan antara entrepreneur dengan masyarakat. Apa maknanya ? Orang yang melakukan sociopreneur akan  menggunakan kemampuan entrepreneurship untuk bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Pelaku sociopreneur akan melakukan perubahan-perubahan sosial yang bermanfaat misalnya dalam kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Iniliah entrepreneur yang cerdas dalam menyelesaikan masalah bangsa ini. Oleh karena itu yang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang sociopreneur adalah bukan terletak pada berapa kekayaan atau keuntungan yang mereka miliki. Namun kunci keberhasilannya adalah manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar yang menjadi target perubahan sosial seorang entrepreneur.

Saya terkesan dengan seorang sociopreneur sekaligus dokter yang menyelesaikan masalah sosial di masyarakat melalui entrepreneur. Mungkin Anda sudah pernah mendengar kesuksesannya, bukan ? dr. Gamal adalah seorang dokter yang menginisiasi sebuah klinik asuransi sampah di kota Malang. Beliau mampu mencoba memberikan solusi kepada masyarakat melalui profesi yang beliau jalankan. Dua permasalahan sosial juga sekaligus teratasi yaitu sampah dan kesehatan. Karena inisiatif ini, beliau juga pernah mendapatkan penghargaan "The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" di Inggris. Meskipun demikian penghargaan itu hanyalah sebuah bonus saja bagi seorang entrepreneur. Hal yang utama kembali kepada porsi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Mari kita lihat lagi berapa jumlah entrepreneur di Indonesia ? Dalam sebuah buku berjudul Sekolah Entrepreneur, tahun 2007 jumlah entrepreneur di Indonesia baru sekitar 0,18 % dari total populasi penduduk. Sedangkan menurut pakar ekonomi David Mc Clelland, negara memerlukan entrepreneur minimal 2 %  dari jumlah total penduduknya. Mungkin dari 0,18 % penduduk Indonesia tersebut masih sebagian kecil yang menerapkan social entrepreneur. 

Sebenarnya apa manfaatnya seseorang melakukan social entrepreneur ? Menurut (Asmani,2011) manfaat social entrepreneur diantaranya :

1. Meningkatkan kesempatan kerja
Penerapan social entrepreneurship di beberapa negara maju meningkatkan kesempatan kerja secara signifikan. Di Amerika, jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor ini mencapai 6,8 %, Prancis 4,2 %, dan Jerman 3,7 % (OECD, 1998, p.114). Indonesia ?

2. Memberikan inovasi dan kreasi dalam menawarkan solusi masalah sosial
Kelompok entrepreneurship juga dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah di tengah-tengah masyarakat. Ya kita tahu,bahwa itu memang tugas pemerintah. Tetapi hal ini juga menjadi kewajiban warga negara untuk membantu  mewujudkan visi misi pemerintah. Memulainya dari diri sendiri, masyarakat sekitar,kemudia masyarakat luas, dan akhirnya bermanfaat bagi bangsa dan negara.

3. Modal sosial
Trust, pengertian,dan budaya kerjasama dalam masyarakat menjadi modal sosial yang tak ternilai harganya. Modal ini harus terus dijaga oleh sociopreneur karena modal ini berperan dalam sustainability (keberlanjutan) sociopreneurship tersebut.

4. Peningkatan kesetaraan
Melalui social entrepreneur,para pelaku bisnis tidak hanya mementingkan dan memupuk kekayaan untuk diri sendiri dan keluarganya saja. Namun diharapkan juga dapat berkontribusi dalam pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau istilah gaulnya , ingat, hidup itu nggak sendiri bro !!!!


Memang memulai mempraktekkan entrepreneur tidaklah semudah dari apa yang dibaca dari buku-buku. Menjadi social entrepreneur juga memerlukan keikhlasan dan kesadaran dari hati nurani. Seperti sebuah quotes  dari Bill Drayton "social entrepreneur need and deserve loyality, their work is not a job, it is their life."


Semoga makin banyak sociopreneur - sociopreneur lain di Indonesia yang mampu memberi manfaat kesejahteraan bagi masyarakat

nb : salah satu target penulis juga ingin menjadi sociopreneur (doakan ya,,, hehe ) 

----------------------------------------terimakasih sudah membaca.-----------------------------------------------



Reference : 


Asmani,J.M., 2011, Sekolah Entrepreneur, Penerbit Harmoni, Yogyakarta.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/jasa/gamal-albinsaid-wirausaha-muda-asal-malang-raih-penghargaan-di-inggris