Jumat, 28 September 2012

Coretanku @sospolianction


Tema : Pendidikan
Subtema : Pendidikan, Seni, dan Budaya
Mengubah Pandangan terhadap Seni dan Budaya Indonesia Melalui Pendidikan Kesenian
            Manusia di dunia tidak pernah terlepas dengan seni. Dimanapun dan kapanpun pasti seni itu selalu ada. Setiap orang pasti diajarkan seni sejak lahir atau bahkan sejak dalam kandungan. Anak kecil yang diajarkan menggambar, menari, menyanyi merupakan bagian dari pembelajaran seni dalam hidupnya. Banyak juga ibu hamil yang memperkenalkan musik kepada bayi yang dikandungnya melalui alunan musik klasik. Melalui seni, setiap orang dapat mengekspresikan perasaannya walaupun tidak semua orang mengakui hasil karya seninya itu sangat indah. Melalui seni, seseorang dapat menceritakan pengalamannya secara tidak langsung misalnya melalui seni musik dan seni rupa. Seni sangat berhubungan erat dengan budaya. Namun budaya tidak hanya berupa seni. Seni merupakan budaya estetika yang dapat memberikan ciri khas bagi masyarakat.
            Dewasa ini seni belum sepenuhnya mendapat tempat di masyarakat. Bahkan banyak orangtua yang melarang anaknya untuk bersekolah ataupun mencari pekerjaan di bidang seni. Orang tua akan lebih bangga jika anaknya mendapat pekerjaan yang sudah pasti misalnya menjadi pegawai negeri ataupun swasta dan bisa menjadi pimpinan perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya peminat perguruan tinggi / institut seni di Indonesia. Bahkan tak jarang anak menjadikan seni sebagai pilihan alternatif yang ke dua di dalam hidupnya.
            Sekolah menengah di Indonesia baik SMP maupun SMA memang sudah melakukan upaya untuk memberikan pendidikan kesenian baik melalui ekstrakurikuler maupun intrakurikuler yang dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Namun tetap saja masih banyak siswa yang kurang perhatian untuk mempelajari seni. Bahkan banyak siswa yang saya lihat sedang mengerjakan tugas pelajaran lain di saat jam pelajaran kesenian berlangsung. Mereka menganggap bahwa pelajaran kesenian diadakan untuk formalitas belaka. Di samping fakta tadi untungnya masih ada siswa yang sangat antusias mengikuti pendidikan kesenian.
Keberhasilan suatu pendidikan kesenian juga dipengaruhi oleh kebijakan – kebijakan sekolah. Ada beberapa sekolah yang kurang mendukung kegiatan seni baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Sebagai contoh jika ada perlombaan di bidang akademik pasti sekolah sangat mendukung baik materi maupun moral agar perwakilannya dapat menjadi juara. Pihak sekolah akan sangat bangga jika perwakilannya menjuarai kompetisi akademik tersebut. Kebanggaan ini akan sedikit berbeda jika perwakilan sekolah menjuarai ajang atau kompetisi di bidang kesenian. Fasilitas untuk pendidikan seni di sekolah juga belum begitu lengkap sehingga menyulitkan kegiatan pembelajaran. Namun tidak semua sekolah memiliki sifat seperti itu. Ada pula sekolah umum yang sangat mendukung kegiatan kesenian, misalnya lewat pentas seni dan lomba pembuatan graffiti di sekolah. Justru kegiatan inilah yang akan meningkatkan dan mengasah bakat seni para siswa karena mereka tidak hanya dijejali dengan teori  - teori saja namun langsung terjun untuk mempraktekannya.
Selain pihak sekolah, kebijakan pemerintah juga sangat berpengaruh terhadap suksesnya pendidikan kesenian bagi para pemuda. Sayangnya pemerintah belum begitu perhatian terhadap pendidikan seni. Pada sekolah menengah baik SMP maupun SMA di bidang akademik, pemerintah secara rutin mengadakan ajang seperti Olimpiade beberapa mata pelajaran. Namun untuk ajang kesenian tingkat sekolah menengah yang diadakan pemerintah belum secara khusus diadakan tersendiri karena ajang ini masih disatukan dalam kegiatan PORSENI (Pekan Olah Raga dan Seni) yang diadakan tiap tahunnya. Penyelenggara kompetisi di bidang seni justru marak diadakan oleh instansi – instansi swasta seperti yang dilakukan beberapa instansi pertelevisian di Indonesia. Meskipun mereka mempunyai tujuan lain dibalik menyelenggarakan acara yakni agar usaha yang mereka lakukan mendapat sorotan dan apresiasi masyarakat, namun instansi – instansi itu juga mendukung pengembangan bakat seni masyarakat Indonesia.
Salah satu manfaat siswa diberi pendidikan seni adalah agar dapat mengetahui, mempraktekkan, dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Inilah yang terkadang kurang diperhatikan. Faktanya pemuda Indonesia sekarang lebih menyukai membuat grup band dan memainkan lagu – lagu tentang cinta dibandingkan mengikuti klub musik tradisional seperti karawitan, kulintang, angklung , dan sebagainya. Di bidang seni tari, mereka juga lebih suka mempraktekkan tarian – tarian boyband asal Korea dibandingkan mementaskan tarian tradisional. Mereka juga tidak antusias untuk menonton pagelaran wayang kulit. Mereka lebih antusias untuk menonton drama luar negeri. Banyak juga pemuda yang menganggap bahwa budayanya sendiri sangatlah kuno dan tidak menarik. Jika semua pemuda Indonesia melakukan hal seperti itu maka tidak ada generasi penerus bangsa yang melestarikan budaya Indonesia. Padahal seni dan budaya dapat menjadi ciri khas dari suatu bangsa. Sangat berbahaya jika suatu bangsa kehilangan kebudayaannya sehingga menjadikan bangsa itu kurang dikenal oleh bangsa lain di dunia.
Bagaimanapun bentuknya seni sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Bahkan banyak juga orang yang sukses di bidang seni. Kesuksesan dalam bidang seni memang tidak dapat dilakukan secara instan. Para orang tua dan pemuda yang kurang perhatian terhadap seni harus lebih membuka diri untuk menerima seni dalam kehidupan. Untuk para pemuda misalnya seni akan sangat penting jika seseorang mengunjungi negara lain baik dalam acara formal maupun informal. Program pertukaran pelajar yang kini banyak sekali dilakukan oleh universitas - universitas juga memberikan syarat kepada calon peserta agar mereka dapat memperkenalkan seni dan budaya Indonesia. Biasanya orang luar negeri sangat tertarik dengan seni dan budaya yang unik, langka, dan hanya ada di negeri calon peserta pertukaran pelajar. Melalui seni , pemuda bangsa lain dapat terhibur dirinya. Seni merupakan salah satu cara untuk membuat bangsa lain dapat mengakui dan menghormati bangsa sendiri. Fakta lain, sangat banyak turis mancanegara yang menghargai kesenian dan kebudayaan negeri.
Itulah salah satu contoh pentingnya seni dan budaya dalam menunjukkan identitas bangsa. Hal kecil lain misalnya banyak kompetisi seperti pemilihan duta ataupun siswa teladan yang di dalamnya terdapat penilaian mengenai aspek seninya. Sehingga dengan diberlakukannya syarat tersebut diharapkan orang yang terpilih memiliki nilai lebih, tidak hanya berkompeten pada salah satu bidang saja. Sebab merekalah yang akan dijadikan contoh baik bagi orang lain yang seumur. Dengan begitu mereka dapat memotivasi orang lain agar dapat mengembangkan bakat seni, tidak hanya bakat di bidang akademik.
Sekarang saatnya mengubah pandangan kita terhadap seni dan budaya negeri sendiri. Untuk para penyelenggara pendidikan alangkah baiknya mulai menciptakan suasana pendidikan seni yang aktif dan kreatif sehingga para pelajar dapat mengembangkan bakat mereka di bidang kesenian. Tidak lupa juga dukungan moral dan materi yang sangat penting dari orang tua, sekolah, pemerintah, dan lingkungan untuk menciptakan pendidikan seni yang sukses. Para siswa harus secara langsung dilibatkan dalam kegiatan seni dan budaya dan tidak terlalu banyak teori – teori yang membosankan. Teori juga tidak boleh dilupakan sebab tanpa teori kita tidak akan tahu bagaimana cara melakukan sesuatu. Namun teori tidak memiliki arti apapun jika tidak dipraktekkan langsung sehingga antara teori dan praktek dalam pembelajaran seni harus proporsional. Dengan terciptanya pendidikan seni yang aktif dan kreatif diharapkan mampu membentuk bangsa yang memiliki identitas melalui karya – karya seni dan melestarikan kebudayaannya. Dengan memiliki kebudayaan estetika yang unik maka bangsa Indonesia akan diakui bangsa lain mengingat seni dan budaya merupakan salah satu cara untuk memikat orang lain terutama bangsa lain. 

0 komentar:

Posting Komentar